Instruksi-instruksi Dasar PLC (Lanjutan)
- Details
- Category: PLC Dasar
- Written by Agus N Czr
Artikel tentang ini merupakan lanjutan dari Instruksi-instruksi Dasar PLC. Instruksi dasar yang perlu diketahui yaitu:
- Counters (Pencacah): Counter adalah perangkat sederhana untuk melakukan tindakan sederhana yaitu - menghitung. Ada beberapa jenis counter yaitu :
Instruksi-instruksi Dasar PLC
- Details
- Category: PLC Dasar
- Written by Agus N Czr
Sebuah PLC agar dapat berfungsi sesuai dengan yang kita inginkan, maka terlebih dahulu harus kita program. Dalam PLC ada dua jenis pemrograman yang menjadi standar yaitu Kode Mnemonik dan Diagram Tangga (Ladder). Perbedaanya adalah Kode Mnemonik dapat diinput dengan menggunakan konsol (handheld) yang sesuai dan komputer PC, sedangkan Diagram Tangga (Ladder) hanya bisa diinput melalui komputer PC dengan menggunakan software yang sesuai dengan jenis PLC nya.
Memahami PLC
- Details
- Category: PLC Dasar
- Written by Agus N Czr
Untuk memahami bagaimana cara kerja sebuah PLC, tentunya kita harus tahu dulu isi/ bagian utama yang mendukung sebuah sistem PLC. Penyusun sebuah sistem PLC yaitu: Input Relay (contact), Internal Utility Relay, Counter, Timer, Output Relay, dan Data Storage.
Relay
- Details
- Category: PLC Dasar
- Written by Agus N Czr
Untuk dapat memahami cara kerja 'nyata' sebuah PLC, kita harus memahami bagaimana sebuah relay bekerja. Karena PLC adalah pengganti relay 'sebenarnya'. Kita dapat membayangkan cara kerja sebuah relay sebagai sebuah saklar elektromagnetik.
Tegangan listrik yang mengalir pada koil membangkitkan medan magnet. Medan magnet ini menarik kontak relay, sehingga terjadilah koneksi. Kontak ini bisa kita anggap sebagai sebuah saklar, yang mengijinkan mengalirnya arus listrik pada dua titik rangkaian tertutup.
Dasar Dasar PLC
- Details
- Category: PLC Dasar
- Written by agus n czr
Sistem kontrol proses terdiri atas sekumpulan piranti-piranti dan peralatan-peralatan elektronik yang mampu menangani kestabilan, akurasi dan mengeliminasi status yang berbahaya dalam proses produksi. Masing-masing komponen dalam sistem kontrol tersebut memiliki peranan masing-masing. Misalkan sensor suhu, sensor tekanan, sensor cahaya dan lain-lain.
Pengunjung Online
We have 3 guests and no members online


